Tradisi Meta’ua dalam Perspektif Geografi Budaya pada Masyarakat Buton Selatan

Authors

  • La Uning Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo
  • Andrias Andrias Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo
  • Rahmawati Nurkarima Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo
  • La Ode Nursalam Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.36709/jppg.v11i1.736

Keywords:

Meta’ua, Cultural Geography, community identity

Abstract

The Meta'ua tradition plays an important role in maintaining cultural identity, preserving local wisdom, and shaping the cultural landscape of the community amidst the current of modernization. The purpose of this study is to analyze the symbolic meaning and value of local wisdom in the Meta'ua tradition in the community of Nggulanggula Village, South Buton Regency, from a Cultural Geography perspective. This study uses qualitative methods with data collection techniques through observation and in-depth interviews. The results show that the Meta'ua tradition forms a distinctive cultural landscape through traditional processions, dances, symbols, and the use of spaces such as Baruga Binawakili and Galampa as centers of cultural activities. Community interaction with the environment is seen in the use of garden produce, livestock, and cempaka flowers as supporting elements of the tradition, as well as through social participation that emphasizes the value of mutual cooperation. Traditional symbols such as machetes, spears, shields, red and white sashes, and traditional clothing reflect identity and serve as a unifying force for the community. Although modernization brings some simple adjustments, the essential values ​​of tradition remain intact. Thus, the Meta'ua tradition not only functions as a traditional procession, but also as a cultural symbol, a means of preserving local wisdom, and strengthening the identity of the Siompu District community within the Cultural Geography.

References

Amalina, S. N. (2022). Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Indonesia Berbasis Pendidikan Multikultural. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 7(4), 853-862.

Efendi, M., Sahrul, M., dan Salma, S. (2020). Nilai Kearifan Lokal Tradisi Manugal Masyarakat Dayak Meratus Kalimantan Selatan pada Materi Geografi Bidang Lingkungan Hidup (Kajian Etnografi). PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi), 2(2), 260-270.

Fatonah, R., Irma, I., Maulana, M. Z., dan Yasin, M. (2024). Hubungan Masyarakat dan Budaya Lokal dalam Interaksi Sosial Masyarakat. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial (Sinova), 2(01), 41-50.

Hamid, A., Ritonga, S., dan Nst, A. M. (2024). Kearifan lokal Dalihan Na Tolu sebagai Pilar Toleransi Beragama pada Masyarakat Tapanuli Selatan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(1), 132-143.

Handayani, A. P., Beng, J. T., Salsabilla, F. T., Morin, S., Ardhia, T. S. S., dan Rusli, V. A. (2024). Hilangnya Budaya Lokal di Era Modern dan Upaya Pelestariannya dalam Perspektif Pancasila. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(4), 178-188.

Harfita, H. (2019). Tradisi Ritual Sungkawiano Sangia pada Etnis Buton di Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Sangia: Jurnal Penelitian Arkeologi (Journal of Archaeology Research), 3(1), 48-56.

Idham, I. (2021). Pengumpulan Budaya Lokal dengan Islam di Baubau. Jurnal Studi Islam, 10(1), 1-21.

Karyati, N. K., dan Suryathi, N. W. (2018). Implementasi Kearifan Lokal Tri Hita Karana dalam Menjaga Keberlanjutan Pertanian Kopi Pada Subak Abian Tri Guna Karya Kintamani Bangli. dwijenAGRO, 8(1), 35-47.

Kokot, W., dan Suyadnya, I. W. (2018). Budaya dan Ruang–Pendekatan Antropologis. Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya, 1(2), 161-171.

Miles, M. B., Huberman, A. M., Rohidi, T. R., dan Mulyarto. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode Metode Baru. Depok: Universitas Indonesia.

Pattiselanno, F., Manusawai, J., Arobaya, A. Y., dan Manusawai, H. (2015). Pengelolaan dan Konservasi Satwa Berbasis Kearifan Tradisional di Papua (Wildlife Management and Conservation Based on Traditional Wisdom in Papua). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 22(1), 106-112.

Romastian, R. (2022). Kebertahanan Tradisi Meta, Ua pada masyarakat Buton di Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. KABANTI: Jurnal Kerabat Antropologi, 6(2), 243-254.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Unayah, N. (2017). Gotong Royong sebagai Modal Sosial dalam Penanganan Kemiskinan. Sosio Informa, 3(1), 49–58.

Published

2026-01-02

How to Cite

Uning, L., Andrias, A., Nurkarima, R., & Nursalam, L. O. (2026). Tradisi Meta’ua dalam Perspektif Geografi Budaya pada Masyarakat Buton Selatan. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 11(1), 67–78. https://doi.org/10.36709/jppg.v11i1.736

Issue

Section

Articles