Menjaga Keseimbangan Alam Melalui Kearifan Lokal Tradisi Panggoba dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.36709/jppg.v10i4.696Keywords:
local wisdom, Panggoba, suistanable agricultureAbstract
Local wisdom plays a crucial role in maintaining ecological balance while supporting sustainable agricultural practices. This study aims to identify the practices of the Panggoba tradition among farming communities in Leboto Village, North Gorontalo. The research employed a qualitative method with an ethnographic approach through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings reveal that the Panggoba tradition, which includes determining planting schedules based on indigenous astronomy and performing the Rotan Tikus ritual for pest control is still preserved by some farmers. This tradition contributes to regulating planting seasons, reducing pest control costs, and maintaining ecological balance. However, modernization and climate change have reduced the intensity of its practice. The study highlights that the Panggoba local wisdom carries ecological, social, and economic values that remain highly relevant for sustainable agricultural development.
References
Altieri, M.A., Nicholls, C. I., and Montalba, R. (2017). Techmological Approaches to Suistainable Agriculture at A Crossroads: An Agroecological Perspective. Journal of Suistanability, 9(3), 349.
Atmojo, S. W. (2006). Degradasi Lahan & Ancaman Bagi Pertanian. Solo Pos, 7, 5-6.
Badan Pusat Statistik [BPS]. (2021). Kabupaten Gorontalo Utara Dalam Angka. Gorontalo: Badan Pusat Statistik.
Berkes, F. (2018). Sacred Ecology (4th ed.). Routledge.
Chaudhary, B. R., Erskine, W., and Acciaioli, G. (2022). Hybrid Knowledge and Climate-Resilient Agriculture Practices of the Tharu in the Western Tarai, Nepal. Frontiers in Political Science, 4, 969835.
Creswell, J. (1998). Reseacrh Design: Qualitative & Quantitative Approaches. Thousand Oaks. CA: Sage Publications.
Departemen Sosial RI. (2006). Memberdayakan Kearifan Lokal bagi Komunitas Adat Terpencil.
Fitriany, D., dan Adani, I. (2013). Desain Kursi Berbahan Baku Rotan dari Masa ke Masa. Reka Jiva, 1(01), 1-13.
Guntur, A., Sayamar, E., dan Cepriadi. (2016). Kajian Kearifan Lokal Petani Padi Sawah di Desa Huta Gurgur Ii Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir. Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 1–15.
Hunowu, M. A., Tamu, Y., Obie, M., dan Pakuna, H. B. (2021). Modernization and Shifting Practices of Local Wisdom on Corn Farming in Gorontalo Province Modernisasi dan Pergeseran Praktik Kearifan Lokal pada Pertanian Jagung di Provinsi Gorontalo. Jurnal Sodality, 9(02), 1-15.
Irmayani., Larola, A. A. B., dan Yusriadi. (2021). Kajian Kearifan Lokal (Local Wisdom) Budidaya Padi (Studi Kasus di Desa Sadar Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone). Jurnal Ilmiah Ecosystem, 21(April), 85–98.
Joni, N., Asmawi, A., dan Arif, E. (2019). Strategi Komunikasi Program Tanam Jajar Legowo Kepada Masyarakat Petani Padi. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(1), 39-47.
Kalima, T., dan Alam, K. (2008). Keragaman Spesies Rotan yang Belum Dimanfaatkan di Hutan Tumbang Hiran, Katingan, Kalimantan Tengah. Info Hutan, 5(2), 161-175.
Keraf, A. S. (2002). Etika Lingkungan. Jakarta: Kompas.
Kesumawati, N., Armadi, Y., dan Hayati, R. (2021). Pentingnya Menggali Kearifan Lokal Masyarakat Petani dalam Rangka Memelihara Kelestarian Lahan Pertanian sebagai Pendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Agribisnis, 14(2), 1806–1815.
Lagiman. (2020, Oktober 14). Pertanian berkelanjutan: Untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. UPN “Veteran” Yogyakarta.
Miles, M. B., and Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Minah, S., Norjietta, T., Rosliah, K., and Novi, S. K. I. (2019). Local wisdom in Agriculture for Environmental Sustainability: A Case Study of the Dusun Community. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 6(8), 117-138.
Minichiello. (1995). In Dept Interviewing: Principles, Techniques, Analysis. Melbourne: Longman.
Nasruddin, N., Kusumah, S. D., dan Purwana, B. H. S. (2011). Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia
Sari, W. M., Mardiana, R., and Yulian, B. E. (2024). Modernization and Local Wisdom in the Agricultural System: The Case of Samin Indigenous Community in Baturejo Village, Pati Regency, Central Java. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 12(1), 66-85.
Sukayat, Y., Supyandi, D., Judawinata, G., dan Setiawan, I. (2019). Orientasi Petani Bertani di Lahan Kering Kasus di Desa Jingkang Kecamatan Tanjung Medar Kabupaten Sumedang. Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian, 7(2), 69-75.
Suprihati, Yuliawati, dan Soetjipto. (2013). Ngrowot dalam Perspektif Kemandirian Pangan dan Energi Berbasis Pertanian (Sumbangan dari Pengetahuan dan Kearifan Lokal). Seminar Nasional UNS, 84–93.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



