Analisis Spasial Dampak Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

Authors

  • Yuniarti Ibrahim Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Gorontalo
  • Sri Maryati Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Gorontalo
  • M.Iqbal Liayong Pratama Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.36709/jppg.v10i4.523

Keywords:

impact of tourism, socio-economic conditions, culture

Abstract

Tourism is a strategic sector that contributes to local economic development and cultural preservation; however, its impact on the socio-economic conditions of local communities is often not thoroughly analyzed, particularly from a spatial perspective. This study aims to analyze the spatial impact of tourism on the socio-economic conditions of communities in Kabila Bone District. A qualitative approach was used by integrating data obtained from interviews, questionnaires, observations, and documentation, along with spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS). Respondents were selected through purposive sampling. The data were analyzed through reduction, presentation, tabulation using Microsoft Excel, and spatial mapping with GIS software. The results indicate that tourism contributes to improved education (48.48% of residents completed high school/vocational education), additional monthly income of IDR 500,000–1,000,000 (34% of respondents), and the creation of new jobs (21.74%) in the trade, transportation, and cultural sectors. Spatially, Oluhuta and Biluango Villages experience very high socio-economic impacts, Olele and Molotabu are categorized as high, Botubarani as moderate, Huangobotu and Botutonuo as low, while Bintalahe and Modelomo show very low impacts due to limited accessibility and infrastructure. Overall, tourism development has a positive impact on income, business opportunities, and the preservation of local culture in Kabila Bone District.

References

Abdillah, A. B. Y., Hamid, D., dan Topowijono. (2016). Masyarakat Lokal di Kawasan Wisata (Studi Pada Masyarakat Sekitar Wisata Wendit, Kabupaten Malang). Jurnal Administrasi Bisnis, 30(1), 74–78.

Adinugraha, H. H., Sartika, M., dan Kadarningsih, A. (2018). Desa Wisata Halal: Konsep dan Implementasinya di Indonesia. Human Falah, 5(1), 28-48.

Alqifari, M. (2023). Identifikasi Dampak Pengelolaan Obyek Wisata Pantai Pandanan Dalam Mengurangi Tingkat Pengangguran Masyarakat Dusun Pandanan Kabupaten Lombok Utara. Journal of Innovation Research and Knowledge, 2(8), 3289–3304. https://doi.org/10.53625/jirk.v2i8.4855

Amir, A., Alim, N., dan Yusmanizar, Y. (2023). Komunikasi Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dalam Promosi Budaya Indonesia di Malaysia. JIHIF: Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional Fajar, 1(2), 55-67.

Archer, B. H., dan Owen, C. B. (1971). Towards a Tourist Regional Multiplier. Bangor: University of Wales Press.

Arliman S, L. (2018). Peran Investasi dalam Kebijakan Pembangunan Ekonomi Bidang Pariwisata di Provinsi Sumatera Barat. Kanun Jurnal Ilmu Hukum, 20(2), 273–294. https://doi.org/10.24815/kanun.v20i2.10081

Beu, M. A., Lihawa, F., dan Maryati, S. (2023). Strategi Pengembangan Obyek Wisata Bukit Arang di Desa Lonuo, Menggunakan Analisis Interpretative Structural Modeling (ISM). Jurnal Pendidikan Geosfer, 7(2), 238–255. https://doi.org/10.24815/jpg.v7i2.27869

Chadijah, S., Suhana, A., dan Wahyuni, R. S. (2023). Aspek Literasi Sastra dan Budaya dalam Diplomasi Bahasa. Jurnal Bisnis, 11(1), 70–81. https://doi.org/10.62739/jb.v11i1.8

Daniswara, N. (2024). Pembangunan Wilayah Secara Endogen Sebagai Upaya dalam Mewujudkan Potensi Desa Wisata. SOSEBI Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam, 4(1), 78–93. https://doi.org/10.21274/sosebi.v4i1.9235

Friedman, M. (1957). A Theory of the Consumption Function. Princeton: Princeton University Press.

Ibrahim, Y., Maryati, S., & Pratama, M. I. L. (2024). Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Pariwisata dalam Mempengaruhi Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner, 1(1), 86-96. https://doi.org/10.37905/jrpi.v1i1.28889

Ikbal, L., Jati, R., Bambang, M. M., dan Gapari, M. Z. (2024). Potensi Pemasukan Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Pengembangan Pariwisata di Desa Pare Mas Kecamatan Jerowaru. Aslamiah: Jurnal Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Budaya, 2(2), 163-181.

Imron, M. (2015). Meretas Jalan Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melalui Desa Wisata Panglipuran Bali. Jurnal Bina Praja, 07(04), 279–288. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.279-288

Iqbal, M., dan Anugrah, S. (2009). Rancang Bangun Sinergi Kebijakan Agropolitan dan Pengembangan Ekonomi Lokal Menunjang Percepatan Pembangunan Wilayah. Analisis Kebijakan Pertanian, 7(2), 169–188.

Jauhar, J., Setijanti, P., dan Hayati, A. (2021). Revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Dengan Pendekatan Pariwisata Berkelanjutan, Studi Kasus: Benteng Tindoi, Kab. Wakatobi. Jurnal Arsitektur Zonasi, 4(3), 1–11. https://doi.org/10.17509/jaz.v4i3.32516

Khollifaturrohman, R., Floresti, A. D., Mayasari, V., dan Rosiana, M. (2022). Kontribusi Human Capital Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pendidikan. Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi (JEBA), 24(4), 85–93.

Kirana, C. A. D., dan Artisa, R. A. (2020). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Collaborative Governance di Kota Batu. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 6(1), 68–84. https://doi.org/10.26618/kjap.v6i1.3119

Kurniawan, C., Purnomo, E. P., Fathani, A. T., dan Fadhlurrohman, M. I. (2023). Sustainable Tourism Development Strategy in West Nusa Tenggara Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1129(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1129/1/012022

Manakane, S. E., Wlary, A. P., Pakniany, Y., Rakuasa, H., dan Latue, P. C. (2023). Diseminasi Obyek Wisata di Pulau Moa, Maluku Barat Daya Berbasis Webgis Menggunakan Arcgis Storymaps. GJMI: Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, `1(2), 64–70. https://gudangjurnal.com/index.php/gjmi/article/view/30

Mogonta, E. Y. (2019). Pengaturan Indonesia Tentang Upaya Pengelolaan dan Pengamanan Pulau-Pulau Terluar. Lex Et Societatis, 7(3), 40–48. https://doi.org/10.35796/les.v7i3.24674

Mosi, Y., Usman, M., dan Bempah, I. (2024). Sistem Sosial dan Ekologi Pantai Batu Pinagut. Jurnal Riset Multidisiplin dan Inovasi Teknologi, 2(02), 521–528. https://doi.org/10.59653/jimat.v2i02.780

Murphy, P. E. (1985). Tourism: A Community Approach. New York: Methuen.

Nidaulhasanah, A., Wahab, F. A., Lamangantjo, C. J., dan Baderan, D. W. K. (2022). Perbandingan Inspeksi Sanitasi Objek Wisata Bahari Pantai Botutonuo dan Objek Wisata Olele. Seminar Nasional Teknologi, 2022(10), 155–161.

Nurhajati, N. (2018). Dampak Pengembangan Desa Wisata terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Studi di Desa Mulyosari Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung). Publiciana, 11(1), 1–13.

Nurjanah, N. (2018). Perencanaan Komunikasi dalam Pengembangan Potensi Pariwisata Kabupaten Bengkalis. Jurnal Dakwah Risalah, 29(2), 96-115. https://doi.org/10.24014/jdr.v29i2.6406

Penchansky, R., and Thomas, J. W. (1981). The Concept of Access: Definition and Relationship to Consumer Satisfaction. Medical Care, 19(2), 127–140.

Prakoso, A. A. (2016). Dampak Multiganda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) Terhadap Kepariwisataan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 10(01), 1–26. https://doi.org/10.47256/kepariwisataan.v10i01.129

Puana, Z., Maryati, S., dan Koem, S. (2023). Pemetaan Objek Wisata Alam dan Sarana Prasarana Pendukung di Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 11(3), 262–271. https://doi.org/10.23887/jjpg.v11i3.58366

Rahma, A. A. (2020). Potensi Sumber Daya Alam dalam Mengembangkan Sektor Pariwisata di Indonesia. Jurnal Nasional Pariwisata, 12(1), 1-8. https://doi.org/10.22146/jnp.52178

Ratna, dan Heryati, Y. (2022). Dampak Pengembangan Eko Wisata Berkah Pantai Tapandullu Terhadap Peningkatan Perekonomian Masyarakat di Desa Tapandullu Kecamatan Simboro. Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 1(2), 149–158.

Usman, U., Mattoasi, M., dan Taruh, V. . (2024). Mediasi Penerapan Community Based Tourism pada Pengaruh Kunjungan Wisata Terhadap Pendapatan Masyarakat di Objek Wisata Pantai Kabila Bone. Al-Buhuts, 20(2), 460–480. https://doi.org/10.30603/ab.v20i2.4900

Wardhania, Z. D., dan Burhanuddin, A. (2023). Diplomasi Budaya dan Konservasi Laut di Coral Triangle untuk Membangun Jembatan Kerjasama Regional. Ocean Engineering: Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim, 2(4), 135-150. https://doi.org/10.58192/ocean.v2i4.1560

Wijaya, N. S., dan Sudarmawan, I. W. E. (2019). Community Based Tourism (CBT) Sebagai Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di DTW Ceking Desa Pekraman Tegallalang. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 10(1), 77–98. https://doi.org/10.22334/jihm.v10i1.162

Wirakusumah, G., Naukoko, A., dan Tumangkeng, S. (2023). Potensi Objek Wisata Terhadap Perekonomian Masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara (Studi pada Hutan Mangrove Budo). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 23(10), 37–48.

Yakup, A. P. (2019). Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Tesis. Universitas Airlangga.

Published

2025-10-03

How to Cite

Ibrahim, Y., Maryati, S., & Pratama, M. L. (2025). Analisis Spasial Dampak Pariwisata Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 10(4), 403–418. https://doi.org/10.36709/jppg.v10i4.523

Issue

Section

Articles