Analisis Spasial Kerentan Fisik Bencana Banjir Menggunakan Metode Overlay
DOI:
https://doi.org/10.36709/jppg.v10i2.448Keywords:
flood, vurnerability, OverlayAbstract
Makassar has been identified as one of the areas in South Sulawesi that experiences a high frequency of flood disasters. So, the aim of this research was to look at the flood vulnerability of the Makassar City from its physical aspect, namely consisting of rainfall, land slope, elevation, land use, river density, and also soil type. The data analysis technique in this research uses the overlay method with weighting and scoring of each physical aspect of flood vulnerability. The results of the research after carrying out the overlay technique showed that 8,053.84 hectares (47%) of the Makassar city area were in the very high vulnerability category, 7,901.40 hectares (42%) were in the high vulnerability category, then the area in the medium category was 1,741 hectares (10%), and 99.14 hectares (1%) are in the low category. The results of this study are expected to be a consideration for related parties to minimize the impact and risk of flooding and increase awareness of the potential for flooding in the Makassar City area.
References
Arif, D. A., Mardiatno, D., dan Giyarsih, S. R. (2017). Kerentanan Masyarakat Perkotaan Terhadap Bahaya Banjir Di Kelurahan Legok Kecamatan Telanipura Kota Jambi. Majalah Geografi Indonesa, 31(1), 1-11.
Asdak, C. (1995). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG]. (2020). Klasifikasi Curah Hujan di Indonesia. Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika [BMKG]. (2024). Jumlah Curah Hujan Bulanan Kota Makassar Tahun 2024. Makassar: BMKG Wilayah IV.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB]. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Nasional.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar. (2021). Laporan Dampak Banjir di Kota Makassar Tahun 2021. Makassar: BPBD Kota Makassar.
Darmawan, K., Hani’ah, H., dan Suprayogi, A. (2017). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kabupaten Sampang Menggunakan Metode Overlay dengan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geodesi Undip 6(1), 31–40
Darmawan, M., dan Theml, S. (2008). Katalog Metodologi Penyusunan Peta Geo Hazard dengan GIS. Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD.
Fadlin, F. (2023). Pemodelan Spasial untuk Pengurangan Risiko Banjir Pada DAS Wanggu Kota Kendari. Disertasi. Program Studi S3 Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin. Diakses pada 10 Oktober 2024 dari http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/32214/2/D013171033_disertasi_09-02 2023%20bab%201-3.pdf
Fauzi, R. A., dan Septian, A. (2020). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Menggunakan Metode Overlay dan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 15(2), 87-97. https://doi.org/10.21831/jai.v15i2.36931
Febrianti, N. S., Kuswanda, D., dan Winarni, E. D. (2021). Kerentanan Masyarakat dalam Menghadapi Ancaman Gempa Bumi Sesar Lembang di Desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Pekerjaan Sosial, 20(2), 208-227.
Hambali R. (2017). Analisis Hubungan Bentuk DAS dengan Debit Banjir Studi Kasus: DAS Kali Pesanggrahan, DAS Kali Krukut, dan DAS Kali Cipinang. Jurnal Agrikaltura, 10(4), 389-400.
Hidayatullah, M. A. (2022). Analisis Pengaruh Penggunaan Lahan Terhadap Terjadinya Banjir di Sub Daerah Aliran Sungai Saddang Hulu. Skripsi. Program Studi kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Hasanudin.
Listyani, R. A. (2019). Criticise of Van Zuidam Classification: A Purpose of Landform Unit. Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XIV Tahun 2019 (ReTII), 2019, 332-337..
Maru, R., Nasrul, N., Nuryadin, M. T., Nur, M. M., Amdah, M., Hasja, A. D., Musyawarah, R., Muliati, M., dan Tripaldi, A. (2024). Spatial Analysis of Flood Vulnerability Levels in Makassar City Using Geographic Information Systems. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 15(2), 87-97. https://doi.org/10.20956/jal.v15i2.36931
Nugraha, A. L. (2018). Peningkatan Akurasi dan Presisi Analisa Spasial Pemodelan Banjir Kota Semarang Menggunakan Kombinasi Sistem Informasi Geografis dan Metode Logika Fuzzy. Teknik, 39(1), 16-24.
Rimba, A. B., Arumansawang, A., Utama, I. P. W., Chapagain, S. K., Bunga, M. N., Mohan, G., Setiawan, K. T., dan Osawa, T. (2023). Cloud-Based Machine Learning for Flood Policy Recommendations in Makassar City, Indonesia. Water, 15(21), 3783. https://doi.org/10.3390/w15213783
Sainul, H., Heryanto, B., dan Natalia, V. V. (2014). Identifikasi Daerah Rawan Banjir di Kota Makassar. Jurnal Wilayah & Kota Maritim, 2(1), 69-82.
Tanah Air Indonesia. (2024). Geodatabase dan administrasi Indonesia 2024. Diakses pada 10 Oktober 2024 dari https://tanahair.indonesia.go.id.
Twigg, J. (2004). Disaster Risk Reduction: Mitigation and Preparedness in Development and Emergency Programming. London: Overseas Development Institute.
Utomo, B., dan Supriharjo, R. (2012). Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Bandang di. Jurnal Teknik ITS, 1(1), 58-62.
Warsilan, W. (2019). Dampak Perubahan Guna Lahan Terhadap Kemampuan Resapan Air (Kasus: Kota Samarinda). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 15(1), 70-82.
Wulandari, A. (2020). Kajian Pemanfaatan Lahan Kawasan Rawan Banjir di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Skripsi. Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alaudin Makassar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



