Tingkat Pendapatan Petani Akibat Alih Fungsi Lahan Pertanian Padi Menjadi Lahan Pertanian Jagung

Authors

  • Said Purwanto Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo
  • Surdin Surdin Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo
  • Sitti Kasmiati Program Studi Pendidikan Geografi, Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.36709/jppg.v10i2.195

Keywords:

income, farmers, land conversion, rice, corn

Abstract

Land conversion is changing land use to increase the useful value of a piece of land. Change of land function, commonly referred to as land conversion, is a change in the function of part or all of a land area from its original function as planned to another function that has a positive or negative impact on the environment and the potential of the land itself. This research aims to determine the income level of rice farmers before the land is converted and the income of corn farmers after the land is converted. This type of research is descriptive qualitative research. Data collection techniques use observation and interviews. The research subjects in this study were all rice farmers who converted their land to corn farming in Kapu Jaya Village, totaling 26 people. The data analysis technique uses qualitative descriptive as a percentage table. The research results show that the average rice harvest income in one year for 2 tonnes produces Rp. 10,000,000, 4 tons makes Rp. 20,000,000, and 6 tons makes Rp. 30,000,000. Meanwhile, farmers' income after converting their land to corn farming for 9 tons on average produces Rp. 49,500,000, 18 tons produces Rp. 99,000,000. and 27 tons produces Rp. 148,500,000. Based on the results above, it shows that the income of Kapu Jaya village farmers increased after converting their land to corn farming.

References

Abas, H., Niswatin, N., dan Badu, R. S. (2022). Analisis Biaya dan Pendapatan Usaha Tani pada Petani Padi di Desa Kemiri Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato. Jurnal Mahasiswa Akuntansi, 1(2), 27-40. https://doi.org/10.37479/jamak.v1i2.29

Hadijah, A. D. (2010). Peningkatan Produksi Jagung Melalui Penerapan Inovasi Pengelolaan Tanaman Terpadu. Iptek Tanaman Pangan, 5(1), 64-73.

Hariyanto. (2010). Pola dan Intensitas Konversi Lahan Pertanian di Kota Semarang Tahun 2000-2009. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 7(1), 1-10 https://doi.org/10.15294/jg.v7i1.86

Merina, W. (2023). Pengaruh Alih Fungsi Lahan dari Komoditi Padi Ke Komoditi Jagung di Desa Nanjungan Kecamatan Pasemah Air Keruh Kabupaten Empat Lawang. Skripsi. Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Dehasen Bengkulu.

Nadhar, M., Hermawaty, R. K., Ernawati, E., dan Elviana, E. (2024). Pengaruh Biaya Produksi dan Harga Jual Terhadap Pendapatan Petani Jagung. Jppi (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 10(4), 206-219. http://dx.doi.org/10.29210/020244388

Nurrahma, A. F., Darsono, D., dan Barokah, U. (2024). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan Sawah Ke Non Sawah di Kabupaten Klaten. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(1), 192-202. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2024.008.01.15

Listiani, R., Setiadi, A., dan Santoso, S. I. (2019). Analisis pendapatan usahatani pada petani padi di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 3(1), 50-58.

Priyono. (2011). Alih Fungsi Lahan Pertanian Merupakan Suatu Kebutuhan Atau Tantangan. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian: Urgensi dan Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian. 207-225.

Riyandani, D. (2016) Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Berbagai Jenis Tanaman di Lahan Gambut Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kota Waringin Barat. Skripsi. Universitas Surakarta. http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/40647

Ritohardoyo, S. (2013). Penggunaan dan Tata Guna Lahan. Yogyakarta: Ombak.

Sofianita, F., Sambodo, H., dan Istiqomah, I. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Padi dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Pliken. J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains), 7(1), 86-92. http://dx.doi.org/10.33087/jmas.v7i1.327

Sugiono, P. D. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfa Beta Bandung.

Supartono, S., Ashar, K., dan Affandi, M. (2011). Analisis Pengaruh Variabel Sosial Ekonomi Masyarakat Urban Terhadap Kemandirian Ekonomi Ditinjau dari Aspek Keuangan, Energi, dan Pangan di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Applied Economics, 5(1), 44-56. https://doi.org/10.21776/ub.JIAE.005.01.3

Tupi, R. D. (2014). Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Keunggulan Wilayah untuk Pengembangan Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Skripsi. Universitas Negeri Gorontalo.

Uchyani, R., dan Ani, S. W. (2012). Tren Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Klaten. Sepa: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(2), 54-61.

Paulus, W. (2012). Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Universitas Indonesia.

Published

2025-04-08

How to Cite

Purwanto, S., Surdin, S., & Kasmiati, S. (2025). Tingkat Pendapatan Petani Akibat Alih Fungsi Lahan Pertanian Padi Menjadi Lahan Pertanian Jagung. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 10(2), 230–236. https://doi.org/10.36709/jppg.v10i2.195

Issue

Section

Articles